Sunday, June 23, 2024
HomeBeritaKaltara Berpeluang Kerjasama Peternakan dan Pertanian dengan Malaysia

Kaltara Berpeluang Kerjasama Peternakan dan Pertanian dengan Malaysia


Provinsi Kalimantan Utara memiliki peluang kerjasama bilateral dalam berbagai bidang khususnya bidang pertanian dan peternakan dengan Malaysia tepatnya negara bagian Sabah dan Sarawak.

“Saya datang untuk melihat langsung proses peternakan di Malaysia dan semoga nanti ada kerjasama antara Sawit Kinabalu dengan Pemprov Kaltara dalam hal ini oleh Dinas Pertanian dan Peternakan,” kata Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang di Tanjung Selor, Bulungan, Senin.

Hal tersebut disampaikan Zainal setelah mengunjungi Balung Beef Centre milik Perusahaan Sawit Kinabalu yang terletak di Tawau, Sabah, Malaysia serta melihat langsung proses produksi pengolahan sapi hingga menjadi produk siap jual.

“Kita berharap juga bahwa kedepannya ada kerjasama nanti, akan kita buat MoU untuk bisa melaksanakan hal-hal yang saling menguntungkan,” kata Zainal.

Saat kunjungan ke Tawau, Gubernur juga berjumpa dengan beberapa tenaga kerja asal Indonesia yang telah lama bekerja dan beberapa diantaranya telah bekerja di perusahaan Sawit Kinabalu sejak puluhan tahun lalu.

“Mudah-mudahan pekerja-pekerja Indonesia yang ada di bawah Sawit Kinabalu ini bisa terus bekerja dengan baik dan kepada Sawit Kinabalu saya sudah titip warga saya yang bekerja disini untuk bisa dijaga dan diberikan hak-hak mereka,” kata Zainal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Kaltara Heri Rudiyono menyampaikan bahwa integrasi antara perkebunan sawit dan peternakan hewan menjadi sebuah benang merah yang terhubung.

Sebab pupuk alami yang dihasilkan oleh hewan dapat menjadi pupuk untuk tanaman sawit.

“Di tengah kondisi ketersediaan pupuk yang masih sulit harus ada solusi dan solusinya kita harus membangun integrasi dengan peternakan tentunya dengan kesediaan lahan rumput untuk pakan ternak,” ujar Heri.

Ia meyakini Kaltara dengan bentangan wilayah yang masih luas, masih tersedia cukup lahan yang nantinya bisa menerapkan sistem integrasi antara pertanian sawit dan peternakan hewan,
kedepannya perlu ada kajian yang lebih mendalam.

“Untuk meningkatkan produksi sawit kemudian dalam rangka untuk mencukupi swasembada daging yang jumlah sapi dan kambing yang masih sedikit makanya harus integrasi dengan sawit ini,” katanya.

Sumber: Antara Kaltara

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular