Wednesday, February 28, 2024
HomeAsiaAdaro Energy Tebar Dividen Rp 14,7 Triliun

Adaro Energy Tebar Dividen Rp 14,7 Triliun

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyetujui pembagian dividen final sebesar US$ 500 juta. Sebelumnya, ADRO telah membagikan dividen interim US$ 500 juta pada Januari 2023.

Dengan begitu, total dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2022 sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS).

Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir mengatakan pihaknya menyadari bahwa kesuksesan Adaro hingga mencapai posisinya saat ini tidak lepas dari dukungan para pemegang saham.

“Dengan demikian, kami berkomitmen untuk memberikan pengembalian kepada para pemegang saham dalam bentuk pembagian dividen tunai secara reguler,” ujar pria yang kerap disapa Boy Thohir pada konferensi pers di Jakarta, Kamis, 11 Mei 2023.

Adapun laba bersih ADRO sepanjang tahun 2022 sebesar US$ 2,49 miliar atau setara dengan Rp 38,02 triliun. Realisasi ini melesat 167,07 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 933,49 juta.

“Dari laba bersih tersebut, sebanyak 40,11 persen atau sebesar US$ 1 miliar untuk pembayaran dividen yang terdiri dari US$ 500 juta untuk dividen interim dan US$ 500 juta untuk dividen final. Kemudian, sisa laba bersih sebesar US$ 1,49 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan,” kata Boy.

Menurutnya, alasan ADRO tak membagikan seluruh dividen itu sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan. Ia menyadari batu bara semakin lama dan ke depannya akan habis.

“Kami tahu batu bara akan habis 15-20 tahun lagi. Jadinya, istilahnya kami nabung. Kami juga enggak kalah dari perusahaan asing, bagaimana kita membayar pajak dan royalti yang cukup besar bagi negara. Jadi kami nggak bagiin semua, karena memang kami mempunyai kepentingan, pemegang saham juga punya kepentingan, untuk Adaro ini bisa eksis,” katanya.

Lebih lanjut, Boy menuturkan lonjakan laba bersih itu merupakan hasil dari kenaikan volume produksi dan penjualan perusahaan dan harga rata-rata jual atau average selling prices (AVP) juga masih tinggi.

“Kami bersyukur dengan kondisi keuangan Adaro yang mumpuni, kita bisa memikirkan sustainability Adaro ke depan,” tuturnya.

Dia menambahkan ADRO memanfaatkan kondisi yang kondusif ini untuk mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang memuaskan.

Adapun pencapaian ini, kata Boy, akan dimanfaatkan untuk mendukung upaya percepatan transformasi bisnis agar Adaro Energy bisa menjadi lebih besar dan lebih ramah lingkungan.

“Kami ingin ADRO bisa terus eksis 50 sampai 100 tahun ke depan. Untuk itu kita harus balance antara dividen dan pengembangan pilar-pilar ke depan,” kata Boy Thohir lebih jauh soal pembagian dividen Adaro Energy tersebut.

SourceTempo
RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular