Friday, April 19, 2024
HomeBeritaGunung Halau-halau, Puncak Tertinggi di Kalimantan Selatan yang Memiliki Pohon Keramat

Gunung Halau-halau, Puncak Tertinggi di Kalimantan Selatan yang Memiliki Pohon Keramat


Gunung Halau-halau adalah sebuah gunung yang berada di rangkaian Pegunungan Meratus di Pulau Kalimantan.

Secara administratif, lokasi Gunung Halau-halau masuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tepatnya di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Kemasyuran Gunung Halau-halau adalah karena menjadi merupakan puncak tertinggi di Provinsi Kalsel, yaitu dengan ketinggian 1.901 meter di atas permukaan laut (mpdl).

Dilansir dari banjarmasin.tribunnews.com, Gunung Halau-halau bisa didaki dengan rute dari Desa Hinas Kiri, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, selanjutnya ke Desa Kiyu di kaki gunung.

Biasanya para pendaki akan menginap satu malam untuk menikmati desa ini untuk menikmati panorama kampung yang begitu sederhana dan asri.

Sementara pendakian ke puncak Gunung Halau-halau menjadi tantangan tersendiri bagi para penghobi pendakian atau pecinta alam, karena membutuhkan tenaga ekstra dan kekuatan mental dalam menaklukkan jalur pendakian yang terjal.

Pohon Kariwaya yang Dikeramatkan

Dilansir dari travel.tribunnews.com, daya tarik Gunung Halau-halau tak hanya dari pemandangan hamparan awan yang menawan saat di puncak.

Salah satunya adalah keberadaan sebuah pohon kariwaya, yaitu jenis pohon yang mirip dengan pohon beringin yang berakar besar, dan tinggi.

Pendaki seringkali tertarik pada keunikan batang pohon ini karena membentuk lubang layaknya gerbang besar yang bisa dilalui manusia.

Oleh masyarakat suku Dayak Meratus yang bermukim di sekitar gunung ini, pohon tersebut sejak dulu sangat dikeramatkan.

Seorang pendaki gunung dari Kalimantan Selatan, Ria Lestari mengatakan, pohon tersebut dipercaya suku Dayak Meratus sebagai tempat tinggal makhluk halus.

Orang suku Dayak Meratus di masa lalu kerap bertapa di puncak gunung ini. “Mereka bertapa untuk mendapatkan ilmu mistik tertentu, mengaji ilmunya di hutan-hutan sekitar gunung ini, lalu bertapa di puncaknya,” kata dia.

Hal ini juga yang menjadi alasan supaya para pendaki yang berada di puncak Gunung Halau-halau harus mematuhi aturan-aturan adat yang sangat dijaga dan ditekankan oleh masyarakat sekitar.

Pendakian dan Pengibaran Bendera Merah Putih Tiap 17 Agustus

Dilansir dari laman indonesia.go.id, Gunung Halau-halau juga menjadi titik tertinggi di rangkaian Pegunungan Meratus.

Pegunungan Meratus adalah pusat pertemuan lempeng-lempeng yang sudah berumur lebih dari 180 juta tahun Tak heran jika pegunungan ini tersusun dari hamparan ofiolit tertua di Indonesia terdiri dari susunan batuan ultramafik, malihan, melange, dan terobosan.

Diperkirakan pegunungan ini telah terbentuk sejak era Paleogen yang diperkirakan berumur Yura, sekitar 150-200 juta tahun lampau.

Kini, tiap tahun dilakukan pendakian bersama dan pengibaran bendera Merah Putih di puncaknya.

Dilansir dari laman wasaka.kalselprov.go.id, sejak tahun 1999 lalu, setiap tanggal 17 Agustus dilakukan pendakian bersama dan pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Halau-halau.

Adapun pada 17 Agustus 2023 mendatang pelaksanaan pendakian merah putih akan digelar oleh Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Kalimantan (MAPALA UNISKA).

Sumber: Kompas

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular