Sunday, April 21, 2024
HomeASEANIndonesia Pimpin Asean Jadi Poros Energi Dunia

Indonesia Pimpin Asean Jadi Poros Energi Dunia


Asean adalah pusat energi dunia, karena kawasan ini merupakan lumbung sekaligus pengekspor batu bara dunia.

Batu bara saat ini masih menjadi sumber energi terbesar dunia. Guna batu bara adalah sebagai sumber energi listrik dan bahan bakar industri. 

Batu bara sendiri menyuplai sekitar 27% dari total energi dunia pada 2019, berdasarkan data International Energy Agency (IEA). Sementara untuk kebutuhan pembangkit listrik dunia batu bara berkontribusi 36% pada 2019, menjadi yang terbesar diantara energi lainnya.

Batu BaraFoto: Berbagai sumber dan diolah
Batu Bara

Permintaan batu bara global yang terus meningkat berjalan beriringan dengan produksi ’emas hitam’ di Asean. Berdasarkan BP Statistical Review 2022, permintaan batu bara global tumbuh 1,5 miliar ton sejak 2011 hingga 2021, menjadi 8,2 miliar ton pada periode terakhir.

Asean sendiri memiliki kontribusi sekitar 10% dari total produksi batu bara global. Indonesia, Thailand, dan Vietnam menjadi produsen terbesar di Asean masing-masing sebesar 563,7 juta ton, 13,3 juta ton, dan 48,4 juta ton.

Produksi tersebut banyak dijual ke negara-negara Asean dan juga Asia seperti China dan India. Kedua negara tersebut masih mengandalkan batu bara sebagai pembangkit listrik utama, setidaknya hingga saat ini. Urusan batu bara Indonesia menjadi leader di Asean dalam pasar global. Indonesia memiliki pasar ekspor sebesar 25,6% dan merupakan nomor dua terbesar di dunia.

Batu bara menjadi salah satu komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan Indonesia. Sebab batu bara menjadi ekspor andalan yang memberikan devisa terbesar bagi Indonesia.

Permintaan batu bara dunia di masa depan akan menyusut karena tergantikan oleh energi baru terbarukan (EBT). Namun batu bara tetap akan menjadi sumber energi alternatif saat kondisi tertentu seperti harga gas yang meroket atau energi yang langka karena ada konflik geopolitik.

Ini sudah terjadi seperti di negara-negara Eropa yang kembali menggunakan batu bara sebagai sumber pembangkit listrik. Sehingga tetap akan ada peluang permintaan dan dapat menambah devisa.

Pada saat harga energi melambung seperti 2022, ketahanan energi dibutuhkan demi menjaga stabilitas masyarakat dan negara. Terutama dari inflasi, perlambatan manufaktur, dan pertumbuhan ekonomi yang lesu.

Asean yang kemudian mampu menjadi poros batu bara dunia, menjadi modal penting untuk mewujudkan visi pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

Sumber: CNBC Indonesia

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular