Friday, April 19, 2024
HomeBeritaPemkab Paser Terus Berkomitmen Buka Desa Terisolir

Pemkab Paser Terus Berkomitmen Buka Desa Terisolir


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus berkomitmen untuk memperhatikan isu terkait ketimpangan antar wilayah. Adapun komitmen tersebut dituangkan dalam visi Paser MAS (Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera).

Adil yang dimaksud dengan yaitu Mengurangi Kesenjangan Antar Kecamatan Sehingga Setara Dalam Hal Layanan Dasar Pemerintah. Dipertajam kembali dengan misinya “Mengurangi Ketimpangan Antarwilayah Melalui Peningkatan Aksesibilitas Infrastruktur Yang Berwawasan Lingkungan Dan Berkelanjutan”.

Bupati Paser Fahmi Fadli terus merupaya membuka keterisoliran Desa Harapan Baru dan sekitarnya. Penyebab terjadinya kesenjangan pembangunan di desa ini adalah akses jalan yang tidak terkoneksi terlebih wilayah tersebut berdekatan dengan kawasan cagar alam. Konektivitas wilayah memiliki fungsi yang sangat penting, khususnya sebagai katalisator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan stabilitas wilayah

Desa Harapan Baru yang sebelumnya disebut Desa Air Mati, diubah berdasarkan Peraturan Bupati Paser Nomor 2 Tahun 2014. Desa ini merupakan desa tertinggal atau terisolir karena letaknya di Cagar Alam Muara Adang dengan jumlah penduduk 1.500an.

Sejak puluhan tahun hingga kini, akses ke desa ini satu-satunya dan hanya bisa dilalui transportasi air. Jarak terdekat menyebrangi dengan perahu, speedboat atau kapal motor menuju desa ini yaitu dari Desa Pondong. Sedangkan Desa Harapan Baru berpotensi besar pada budidaya perikanan.

Sehingga, Fahmi merasa penting membuka akses jalan bagi desa tersebut. Kegigihan ini pun membuahkan hasil. Fahmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kantor Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Rabu (24/5).

Kerja sama ini terkait Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakkan Dalam Rangka Peningkatan Dan / Atau Pemeliharaan Sarana Transportasi Terbatas Berupa Jalan Penghubung Daerah Terisolir Ruas Jalan Padang Pengrapat-Muara Paser Dan Ruas Jalan Muara Paser-Air Mati (Harapan Baru) Di Kawasan Cagar Alam Teluk Adang Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

Hal tersebut sangat dinantikan, mengingat di tahun 2023 ini telah dialokasikan Rp23 miliar lebih dana murni APBD Kabupaten Paser dan segera akan dilaksanakan pembangunan jalan di dua ruas jalan, yakni Jalan Penghubung Ruas Jalan Padang Pengrapat – Muara Pasir sepanjang 20,384 kilometer dan Ruas Jalan Muara Pasir – Air Mati sepanjang 10,582 kilometer.

Fahmi menyampaikan apresiasinya atas sambutan Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Ditjen Konservasi Sumber daya Alam dan Ekosistem Ahmad Munawir.

“Saya menyatakan ini sebuah langkah maju bagi Kabupaten Paser dan menjadi solusi permasalahan selama ini yaitu ketimpangan infrastruktur terutama dikawasan Cagar Alam Muara Adang, yang desanya tertinggal dan terisolir,” katanya.

Fahmi menegaskan bahwa akses jalan yang baik sangat vital untuk disegerakan pembangunannya. Menurutnya, akses jalan menjadi penyumbang inflasi karena mobilisasi dan transportasi bahan kebutuhan primer menjadi mahal.

“Selain mengendalikan inflasi, kami juga terus memperjuangkan angka IPM meningkat. Karena Indeks Pembangunan Manusia ini menyumbang angka pengangguran, kebodohan, kesakitan yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Untuk diketahui, IPM adalah ukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya

Fahmi pun menegaskan pembukaan akses jalan Desa Harapan Baru bahwa tidak ada kepentingan dan tendensi lainnya selain demi kepentingan masyarakat yang sudah puluhan tahun menantikan akses jalan darat ke desanya.

Munawir pun mendukung upaya Bupati termuda sepanjang sejarah pemimpin di Kabupaten Paser ini. Ia pun menyilakan jika ada kawasan lain yang terisolir agar diajukan lagi dan cukup satu kali PKS saja.

“Jangan gara-gara hutan, masyarakat terisolir,” tuturnya.

Source: koran-jakarta

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular