Sunday, May 19, 2024
HomeBeritaTim Penilai Provinsi Kaltim Terkesan Pada 13 Inovasi Posyandu Di Paser

Tim Penilai Provinsi Kaltim Terkesan Pada 13 Inovasi Posyandu Di Paser


Tim Penilai Lomba Posyandu Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terkesan dengan 13 inovasi yang dipaparkan Posyandu Melati Putih di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, terutama pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mencegah stunting.

“Salah satu inovasi penuh gizi dan sudah kami nikmati tadi adalah es krim dari daun kelor. Es krim ini sangat nikmat dan pasti disukai anak-anak,” ujar Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Roslindawaty di Tanah Grogot, Kamis.

Es krim nikmat penuh gizi hasil inovasi tersebut diberi nama Cetingan Eslor (Cegah Stunting dan anemia dengan es kelor), yakni produksi es krim berbahan pangan lokal daun kelor yang kaya zat besi untuk mencegah stunting, termasuk mencegah anemia bagi ibu hamil.

Berkat inovasi itu posyandu berhasil menurunkan angka stunting baik melalui pencegahan maupun penanganan, sehingga prevalensi stunting pada 2022 yang sebanyak 27 anak, maka Februari 2023 turun menjadi 8 anak, dan hingga Agustus 2023 turun lagi tersisa 2 anak stunting.

Sementara Kurniawati, Ketua Posyandu Melati Putih, dalam presentasi di depan Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kaltim menyampaikan selain inovasi Cetingan Eslor, masih ada 12 inovasi lain yang diterapkan, antara lain inovasi Kolenting (kolam ikan lele cegah stunting).

Kolenting merupakan kegiatan dengan memanfaatkan pekarangan posyandu melalui kolam lele yang kemudian diolah oleh kader untuk dibagikan kepada pengunjung posyandu, termasuk keluarga yang memiliki anak stunting maupun rawan stunting, karena akan memiliki kandungan protein tinggi.

Ada pula inovasi Nabuca Banting (naget ikan gabus cegah baduta/bayi usia di bawah dua tahun stunting), yakni hasil olahan kader dari bahan pangan lokal ikan gabus berupa naget, untuk dibagikan ke rumah penduduk maupun pengunjung posyandu.

Kemudian inovasi Tomat Antik (tanaman obat atasi stunting), yakni penyediaan tanaman obat keluarga di posyandu, kemudian dijadikan percontohan dan pendidikan asupan kesehatan bagi pengunjung posyandu untuk mencegah stunting.

“Ada pula inovasi produk ekonomi kreatif posyandu, yakni kader posyandu memproduksi keripik bayam brazil dan jamu untuk dijual, kemudian keuntungan dari penjualan dimasukkan dalam kas posyandu,” kata Kurniawati.

Sumber: Antara Kaltim

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular