Tuesday, February 27, 2024
HomeBeritaKorea Selatan Akan Bertemu Biden Pada Akhir April untuk Memperkuat Aliansi Korea...

Korea Selatan Akan Bertemu Biden Pada Akhir April untuk Memperkuat Aliansi Korea Selatan-AS


Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat akhir bulan depan dan mengadakan pertemuan puncak dengan mitranya dari AS Joe Biden untuk memperingati 70 tahun aliansi kedua negara dan memperdalam politik, ekonomi, keamanan. Pada Rabu, 8 Maret 2023,

Meskipun, tujuan kunjungan itu adalah untuk meningkatkan aliansi bilateral guna menangkal meningkatnya ancaman Korea Utara.

Kedua pemimpin tersebut juga diantisipasi untuk membahas masalah-masalah rumit, seperti subsidi chip dan kerja sama regional untuk menjaga Tiongkok tetap terkendali.

Seoul diperkirakan akan menyoroti kemungkinan ketidakpastian yang mungkin dihadapi bisnisnya setelah Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA) dan program subsidi chip.

Di sisi lain, Washington diperkirakan akan menggunakan kunjungan itu sebagai kesempatan untuk memperkuat promosinya bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk berdiri di sisi yang sama dalam persaingannya melawan China dan menunjukkan kepada dunia manfaat menjadi sekutu Amerika.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan Yoon akan melakukan perjalanan ke AS untuk kunjungan kenegaraan pada akhir April dan bahwa makan malam kenegaraan dijadwalkan pada 26 April.

Gedung Putih mengatakan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dan rekannya dari Korea Selatan Kim Sung-han membahas persiapan untuk kunjungan kenegaraan yang akan datang oleh Yoon dan istrinya, Kim Keon Hee.

Pada Rabu, 8 Maret 2023, Kim mengatakan kedua negara memutuskan untuk mengeksplorasi cara-cara terperinci untuk meningkatkan kemampuan penangkalan aliansi terhadap ambisi nuklir Korea Utara pada kesempatan kunjungan kenegaraan Yoon.

“Selama kunjungan kenegaraan, sekutu akan fokus pada tugas dasar mereka untuk melindungi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dalam menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara yang meningkat,” kata Kim.

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular