Sunday, June 4, 2023
Google search engine
HomeEropaVladimir Putin 'Kritis' di Ukraina, AS & China '4 Mata'

Vladimir Putin ‘Kritis’ di Ukraina, AS & China ‘4 Mata’

Perang Rusia Ukraina masih terus terjadi. Terbaru dilaporkan sejumlah fakta yang menyebut tentara Presiden Vladimir Putin makin “kritis”.

Hal ini seiring serangan balasan yang mulai dilakukan tentara Ukraina. Itu pun didukung pernyataan tentara bayaran Putin, Wagner.

Pasukan Rusia bahkan dilaporkan mengalami perpecahan antara yang berada di medan perang dan jenderal yang ada di Kremlin. Lalu bagaimana lengkapnya?

Berikut sejumlah fakta update perang Rusia dan Ukraina, dirangkum CNBC Indonesia Jumat (12/5/2023).

Pasukan Putin Kritis

Operasi militer khusus yang dilakukan Presiden Rusia, Vladimir Putin sepertinya makin “kritis”. Dari sejumlah fakta terlihat bahwa Rusia mengalami perlambatan dalam serangan.

Dalam update CNN International Kamis malam, pasukan Rusia dilaporkan mengalami kekalahan di medan utama perang saat ini, Bakhmut, Ukraina Timur. Dilaporkan mereka mundur sejauh 2 kilometer (km) sebagai akibat serangan balasan Ukraina.

“Berkat pertahanan yang dipikirkan dengan matang ke arah Bakhmut, kami mendapatkan hasil dari tindakan efisien unit kami,” kata Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi, komandan pasukan darat Ukraina, memposting di Telegram, dikutip CNBC International.

“Di antaranya, kami melakukan serangan balik yang efektif. Di beberapa area depan, musuh tidak dapat menahan serangan para pembela Ukraina dan mundur hingga jarak hingga dua kilometer,” tambahnya.

Kemunduran pasukan Rusia ini, menurut Syrskyi membuat tentara bayaran Rusia, Grup Wagner- yang memang dominan berperang di Bakhmut- digantikan ke arah tertentu oleh unit pasukan reguler Rusia yang kurang siap. “Mereka dikalahkan dan ditinggalkan,” katanya lagi.

Pertarungan untuk merebut dan mempertahankan Bakhmut telah berlangsung selama sembilan bulan, dengen kota itu dilaporkan hancur menjadi reruntuhan. Analis militer terkesan dengan fakta bahwa Ukraina telah mempertahankan kota itu meskipun dikepung oleh pasukan Rusia dan tantangan logistik untuk mendapatkan pasokan bagi para pejuangnya.

“Meskipun ada konsentrasi pasukan yang signifikan dan pernyataan keras dari Rusia tentang niat mereka untuk merebut Bakhmut pada 9 Mei, musuh masih belum dapat merebut kota Ukraina itu,” kata Syrskyi lagi.

Sebenarnya, Rabu, media telah memberitakan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, yang mengakui perang kini sangat sulit. Hal itu dikatakannya kepada saluran ATV Serbia Bosnia dalam sambutannya yang disiarkan oleh kantor berita negara Rusia TASS.

Peskov mengatakan Rusia bertindak “lambat” di Ukraina. “Karena sedang melakukan operasi militer khusus, bukan perang,” tegasnya dimuat CNN International.

Dia mengakui kubu Ukraina kuat di kota timur Bakhmut. Ia mengatakan sejumlah besar pasukan terkonsentrasi di sana, terus-menerus menerima bala bantuan.

Namun Peskov mengatakan Barat telah membuat banyak kesalahan dan menipu Rusia. Ini mendorong Rusia untuk meluncurkan operasi di Ukraina, sesuatu yang menurutnya melibatkan Barat.

Di sisi Putin kemerin juga merilis dekrit baru. Ia memerintahkan seluruh pasukan cadangan untuk segera wajib militer dan berlatih di kamp pelatihan.

Hal ini dimuat kantor berita Rusia, RIA Nosvoti. Dekrit itu menyasar pasukan cadangan Rusia yang terdiri dari warga sipil yang memenuhi kriteria membela negara.

“Saya memutuskan memanggil warga Rusia yang menjadi pasukan cadangan untuk menjalani pelatihan militer di Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, pasukan Pengawal Nasional Federasi Rusia, badan keamanan negara, dan Dinas Keamanan Federal,” bunyi dekrit itu.

Meski begitu, dalam pernyataan terpisah Jumat dini hari- dalam postingan larut malam yang tidak biasa di saluran Telegramnya- Kementerian Pertahanan Rusia menolak klaim bahwa pasukannya kritis. Rusia pun meenolak bahwa Ukraina mampu memukulnya di sekitar kota timur Bakhmut.

“Pernyataan yang disebarkan oleh masing-masing saluran telegram tentang ‘diterobosnya pertahanan’ di berbagai bagian garis kontak tidak benar,” bunyi pernyataan kementerian tersebut, dikutip CNN International.

Kementerian pertahanan mengatakan unit serangan Rusia membuat kemajuan di bagian barat Bakhmut dengan dukungan udara dan artileri. Dikatakan pasukan berjuang untuk mengusir pasukan Ukraina ke arah Maloilyinovka, sebuah desa di daerah Bakhmut.

“Musuh menderita kerugian yang signifikan dalam hal tenaga kerja dan perangkat keras,” klaim para pejabat pertahanan.

Jepang Beri Ukraina US$ 1 Miliar

Sementara itu, fakta baru yang muncul adalah Jepang akan memberikan US$1 miliar untuk membantu negara-negara tetangga Ukraina mengurusi pengungsi dari negara yang dilanda perang tersebut. Hal ini diumumkan menteri keuangan Jepang, Kamis.

“Selain mengonfirmasi hasil bantuan keuangan kami (ke Ukraina) sejauh ini, kami juga ingin membahas bagaimana memperkuat kerja sama kami dengan lembaga keuangan internasional dan membantu negara tetangga Ukraina, termasuk dalam menerima pengungsi Ukraina,” kata Shunichi Suzuki kepada wartawan dari NHK.

Sebelumnya, Amerika melalui Kementerian Luar Negeri, Pentagon, juga mengumumkan paket bantuan keamanan baru untuk Ukraina. Tak tanggung-tanggung, nilanya US $1,2 miliar.

Paket senjata disahkan melalui “Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (USAI)”, dengan menggunakan dana yang dialokasikan oleh Kongres. USAI membiayai industri pertahanan Amerika untuk meningkatkan produksi senjata

Paket ini terdiri dari sistem dan amunisi pertahanan udara tambahan, lalu peralatan untuk mengintegrasikan peluncur, rudal, serta radar pertahanan udara Barat dengan sistem pertahanan udara Ukraina.

Ada pula, amunisi untuk Counter-Unmanned Aerial Systems (UAV), artileri 155mm, lalu layanan citra satelit komersial. Selain itu, ini termasuk dukungan untuk kegiatan pelatihan, pemeliharaan dan keberlanjutan.

Jepang sendiri kini dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT G7. Agenda akan berlaku di Hiroshima mulai 19 Mei.

Rudal Siluman Inggris

Di sisi lain, kemarin Inggris disebut menyumbangkan rudal jelajah Storm Shadow ke Ukraina. Storm Shadow adalah rudal jelajah jarak jauh dengan kemampuan siluman, yang dikembangkan bersama dengan Prancis, yang biasanya diluncurkan dari udara.

Hal ini ditegaskan Kementerian Pertahanan Inggris. CNN International juga melaporkan ini mengutip percakapan dengan pejabat senior Barat.

“Sumbangan rudal Storm Shadow melengkapi”sistem jarak jauh yang sebelumnya diberikan kepada Ukraina serta rudal jelajah Neptune milik Ukraina sendiri,” kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace kepada anggota parlemen.

“Sumbangan sistem senjata ini memberi Ukraina kesempatan terbaik untuk membela diri melawan kebrutalan Rusia yang terus berlanjut, terutama penargetan infrastruktur sipil Ukraina yang disengaja, yang bertentangan dengan hukum internasional,” tambahnya.

Kremlin sendiri mengatakan bahwa laporan bahwa soal ini akan membutuhkan “tanggapan yang memadai dari militer. Hal ini ditegaskan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Sebelumnya sejumlah negara juga memberi bantuan pertahanan ke Ukraina. Termasuk AS yang memberi rudal patriot dan HIMARS, peluncur rudal yang dipasang di truk yang dapat menembakkan beberapa peluru kendali secara berurutan.

Rusia Evakuasi 12.000 Warga

Di sisi lain, Pasukan Rusia telah mengevakuasi lebih dari 12.000 orang di wilayah Zaporizhzhia. Hal ini dikatakan anggota dewan utama pemerintahan militer-sipil yang dipasang Rusia di sana, Vladimir Rogov.

“Lebih dari 12.000 penduduk distrik garis depan berangkat ke daerah aman di wilayah Zaporizhzhia,” kata Rogov di akun Telegram resminya, dimuat CNN International.

“Lebih dari 4.000 dari mereka berangkat dengan bus dan lebih dari 8.000 dengan kendaraan sendiri,” tegasnya.

Rogov meminta mereka yang masih berada di daerah ini untuk memanfaatkan kesempatan mengungsi di bawah apa yang disebutnya “program relokasi sementara”. Tiap warga akan diberi 10.000 rubel (US$130), akomodasi dan makan.

Tak diketahui jelas alasan Rusia. Namun di wilayah itu terdapatpembangkit listrik nuklir terbesar Eropa, Zaporizhzhia, yang saat ini menjadi salah satu lini depan perang Rusia-Ukraina.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi mengatakan bahwa kondisi pembangkit itu tidaklah aman, dengan risiko keselamatan dan keamanan nuklir yang sangat nyata. Apalagi, ukuran Zaporizhzhia dua kali lipat lebih besar dari Chernobyl, yang meledak pada 1986 lalu.

“Kita harus bertindak sekarang untuk mencegah ancaman kecelakaan nuklir yang parah dan konsekuensinya bagi penduduk dan lingkungan,” katanya dalam sebuah pernyataan dikutip CNBC International.

“Saya sangat prihatin dengan risiko keselamatan dan keamanan nuklir yang sangat nyata yang dihadapi pembangkit. Kita harus bertindak sekarang untuk mencegah ancaman kecelakaan nuklir yang parah dan konsekuensi terkaitnya bagi penduduk dan lingkungan.”

Grossi menambahkan bahwa IAEA telah menerima informasi bahwa penduduk dari kota terdekat di mana mayoritas pekerja pembangkit tinggal, Enerhodar, telah berhimpun untuk memantau situasi dengan cermat terkait setiap potensi dampak terhadap keselamatan dan keamanan nuklir.

“Para ahli IAEA di lokasi terus mendengar penembakan secara teratur,” tambah pernyataan itu.

Zelensky Dituduh Tukang Bohong

Presiden Ukraina. Volodymyr Zelensky dituding berbohong. Hal ini terkait serangan balasan Ukraina ke Rusia di Bakhmut.

Dalam pernyataan terbaru Kamis, Zelensky dengan mengatakan Kyiv masih membutuhkan “sedikit lebih banyak waktu” sebelum meluncurkan serangan balasan ke tentara Kremlin di wilayah utama perang tersebut. Namun, menurut bos tentara bayaran Rusia, Yevgeny Prigozhin, balas dendam Ukraina Sudan terjadi.

“Zelensky berbohong,” kata Prigozhin di saluran media sosial resminya pada Kamis.

“Serangan balasan sedang berjalan lancar,” tegasnya.

“Di arah Artemovsk (nama Rusia untuk Bakhmut), unit AFU (Angkatan Bersenjata Ukraina) memasuki sayap. Dan, sayangnya, di beberapa tempat mereka berhasil,” tambahnya.

Ia pun mencemooh kembali Kementerian Pertahanan Rusia. Menurutnya ada janji yang tak ditepati.

“Wagner terus menjalankan misi tempur dalam kekurangan amunisi dan kelaparan yang parah, karena janji yang dibuat oleh Kementerian Pertahanan tidak ditepati,” katanya.

Rusia Buru Hakim Pengadilan Internasional

Sementara itu, Komite Investigasi Rusia akan segera memasukkan para hakim Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sebagai daftar buronan negara itu. Sebelumnya, mereka mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat lainnya.

“Komite Investigasi kemudian dengan sangat cepat membuka kasus pidana terhadap ketua dan tiga hakim, yang segera memprakarsai adopsi keputusan ini. Mereka dimasukkan dalam daftar orang yang dicari,” kata Ketua Komite Investigasi Alexander Bastrykin, Kamis, menurut RIA Novosti.

Rusia bukan anggota ICC. Karena pengadilan tidak melakukan persidangan in absentia, setiap pejabat Rusia yang didakwa harus diserahkan oleh Moskow atau ditangkap di luar Rusia.

Kremlin menyebut tindakan ICC sebagai “keterlaluan dan tidak berhasil”. Sebelumnya karena hal ini, Putin terancam ditangkap di Afrika Selatan di pertemuan negara-negara BROCS, karena Capetown adalah negara ICC.

AS “Empat Mata” ke China

AS dan China melakukan pertemuan di Wina, Australia. Sejumlah topik dibahas, termasuk perang Rusia-Ukraina.

“Kedua belah pihak melakukan diskusi yang jujur, substantif, dan konstruktif mengenai isu-isu utama dalam hubungan bilateral AS-China,” kata Gedung Putih pada hari Kamis dalam pembacaan pertemuan antara penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, dan diplomat top China, Wang Yi.

“Masalah keamanan global dan regional, perang Rusia melawan Ukraina, dan masalah lintas-Selat, di antara topik lainnya,” tambahnya dikutip CNBC International.

Sullivan sebelumnya telah mengulangi kekhawatiran tentang makin harmonisnya China dengan Rusia. Ia juga berujar soal kemungkinan ekonomi terbesar kedua di dunia itu membantu Moskow dalam serandan ke Ukraina.

Sayangnya tak ada detil informasi lain yang diberi. China juga belum memberi klarifikasi.

Diketahui, baru Iran dan Korea Utara (Korut) yang diyakini membantu persenjataan Rusia dalam perang. Kedua negara merupakan “musuh AS”, di mana Washington kerap memberi sanksi.

SourceCNBC
RELATED ARTICLES
Continue to the category

TRANSLATE

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular