Saturday, July 27, 2024
HomeGlobal NewsAmerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Pada Para Pejabat Iran atas Dugaan Pelanggaran HAM

Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Pada Para Pejabat Iran atas Dugaan Pelanggaran HAM


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken menyatakan pemerintah Amerika Serikat pada Rabu telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat Iran atas tuduhan pelanggaran HAM.

Sejumlah pejabat yang dijatuhi sanksi dari AS tersebut termasuk dari panglima angkatan bersenjata Iran dan beberapa perusahaan di Iran yang terlibat.

“Hari ini, di Hari Perempuan Internasional, AS bersama Uni Eropa, Inggris, dan Australia meminta pertanggungjawaban rezim Iran atas pelanggaran HAM yang terus terjadi, terutama terhadap perempuan dan anak-anak perempuan,” ujar Blinken dalam sebuah pernyataan.

Selain dari pejabat-pejabat negara IranAS juga menuntut tanggung jawab kepada siapapun yang terlibat dalam tindakan brutal terhadap para demonstran yang menggelar aksi-aksi protes yang dilatar belakangi oleh kematian Mahsa Amini, lanjutnya.

Atas dasar hal tersebut, Blinken menyatakan AS memberikan sanksi kepada dua pejabat pengawas penjara di Iran, dua pejabat keamanan senior Iran, tiga perusahaan yang memasok aparat keamanan Iran beserta pemimpinnya, dan pejabat tinggi penegak hukum.

Sanksi dari Departemen Keuangan AS dikenakan kepada Direktur Jenderal Penjara Provinsi Alborz, Ali Chaharmahali dan juga Kepala Penjara Pusat Orumiyeh, Darius Bakhsi.

Menurut Kemenlu AS tersebut, kedua pejabat aparat keamanan tersebut terlibat dalam tindakan yang tidak manusiawi kepada para tahanan di penjara mereka. Perbetuan tidak manusiawi yang dimaksud ialah pemerkosaan, penyiksaan, dan perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan.

Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi kepada Direktur Teknis Deputi Urusan Siber Kejaksaan Agung Iran, Mahdi Amiri, Panglima Angkatan Darat, Sayyid Abdolrahim Mousavi, dan komandan Tentara Garda Revolusi Islam (IRGC) Provinsi Shohada di Provinsi Azerbaijan Barat, Habib Shahsavari

Beberapa perusahaan yang dijatuhi sanksi dari AS yakni, Naji Pas Company terlibat dengan memasok kepolisian nasional beserta CEO Reza Asgharin, Entebagh Gostar Sepehr beserta CEO Gholamreza Ramezanian Sani, dan Institut Naji Pars Amin yang diketahui telah menyediakan jasa keamanan dan perlindungan beserta CEO Bahram Abdollahinejad.

Lanjutnya, Blinken menyatakan keprihatinan terkait situasi di Iran yang terus terjadi adanya tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

AS sangat prihatin bahwa otoritas Iran terus menekan aksi protes damai, termasuk dengan penangkapan massal, persidangan palsu, eksekusi sembarangan, penahanan jurnalis, dan penggunaan kekerasan seksual sebagai upaya meredam protes,” ujar Blinken

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular