Thursday, June 20, 2024
HomeBisnisKelak Kelok Kereta Cepat

Kelak Kelok Kereta Cepat


Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung mengalami berbagai kendala, mulai dari pembengkakan anggaran, kecelakaan kerja, hingga perubahan jadwal penyelesaian. Namun pemerintah optimistis iktikat Indonesia – Cina ini akan terwujud tepat waktu untuk jadi hadiah ulang tahun.

Pemerintah optimistis Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai resmi beroperasi Juli 2023. Namun, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, KCJB akan diresmikan Agustus.

“Kita berharap tanggal 18 Agustus (2023) Pak Presiden akan meresmikan. Bukan mundur, tapi mau dijadikan hadiah (HUT RI ke-78),” kata Luhut di Stasiun LRT Dukuh Atas Jakarta pada Jumat, 31 Maret 2023.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal pun mengamini jadwal operasional tersebut. Dia mengatakan kereta cepat tersebut akan langsung dibuka untuk umum pada 18 Agustus 2023.

Hingga bulan lalu, pembangunan proyek KCJB diklaim mencapai 91 persen. Termasuk pembangunan stasiun-stasiun yang akan jadi koneksi antar moda. Beberapa pekerjaan yang masih digarap, antara lain pemasangan rel, instalasi sistem aliran listrik atas, serta penyiapan akses dan integrasi antar moda.

“Masih cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang tinggal beberapa persen lagi,” ujar Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi. 

Sekretaris PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Rahadian Ratry menyatakan KCIC terus menyelesaikan berbagai pekerjaan pembangunan untuk memenuhi target operasi. Salah satunya dengan berkolaborasi bersama Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ) Kementerian PUPR. KKJTJ akan melakukan pengujian keamanan dan kelayakan untuk memastikan bangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung sesuai dengan rancangan bangunan yang telah diuji sebelumnya.

“Sebagai proyek Kereta Api Cepat pertama di Indonesia, KCIC akan memastikan bahwa KCJB telah mengikuti berbagai ketentuan yang ada,” ujar Rahadian dalam keterangan tertulis pada Jumat, 10 Maret 2023.

Sertifikasi ini dilakukan berdasarkan inspeksi yang dilakukan oleh KKJTJ terhadap progress konstruksi yang sudah dilangsungkan pada jembatan-jembatan di sepanjang trase KCJB. Jembatan dan Terowongan yang dibangun harus sesuai standar keamanan dan kelayakan yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR.

Setidaknya, ada 13 terowongan dan 46 jembatan yang ada pada trase KCJB. Adapun untuk terowongan terpanjang ada di Purwakarta dengan panjang 4,4 km dan terowongan terpanjang ada di jalur Halim – Karawang dengan panjang 3,8 km.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pembangunan proyek KCJB merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi US$ 6,07 miliar atau setara Rp 85,41 triliun. 

Rencana Operasi KCJB

Stasiun Pemberhentian

Menghadapi Banyak Kendala

Meski optimistis target operasi tercapai, KCIC tak menampik bahwa pihaknya mengalami sejumlah kendala. Proyek yang mulai direncanakan pada 2015 ini awalnya ditargetkan rampung pada 2019. Namun, target itu kemudian mundur menjadi 2022 dan terus mundur hingga 2023.

“Ada kendala proyek yang paling besar yaitu pendanaan, pandemi Covid-19 (coronavirus disease 2019), dan teknis konstruksi,” ujar Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi.

Dalam hal dana, proyek KCJB diketahui mengalami pembengkakan biaya proyek atau cost overrun. Teranyar, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Indonesia dan Cina sudah menyepakati nominal pembengkakan biaya KCJB sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp18,24 triliun (asumsi kurs Rp15.200 per dolar AS). 

“Kita sepakat dengan angka cost overrun US$1,2 billion (miliar). Ini yang sedang kita rapikan. Jadi memang ada beberapa item yang mereka (Cina) ingin lakukan kajian terkait pajak, clearing frequency dan sebagainya, tapi sudah sepakat angkanya,” ujar Tiko, 13 Februari 2023.

Berdasarkan dokumen milik KCIC mengenai perkembangan proyek kereta cepat bertanggal 13 Januari 2023 yang diperoleh Tempo diketahui bahwa belum adanya kesepakatan perihal cost overrun menyebabkan perusahaan kesulitan memulai pekerjaan yang termasuk dalam lingkup pembengkakan biaya tersebut. Beberapa pekerjaan yang nilainya mengalami perbedaan perhitungan antara Indonesia dan Cina, menurut dokumen tersebut, adalah relokasi fasilitas umum dan sosial, pengalihan persinyalan, pembangunan sarana konektivitas dengan stasiun, hingga perkara kelistrikan.

Biaya Bengkak

Biaya pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membengkak dari rencana awal.

Dwiyana menjelaskan, pembengkakan biaya ini berasal dari eskalasi harga atau adjustment for change in cost sebesar US$401 juta atau mencapai 27,8 persen dari porsi pembengkakan biaya. Namun, saat itu belum ada keputusan yang diambil terkait cost overrun ini.

Setelah ada kesepakatan, artinya, dengan estimasi awal sebesar US$6,07 miliar ditambah dengan kesepakatan cost overrun US$1,2 miliar, kini biaya KCJB mencapai US$7,27 miliar atau Rp110,5 triliun.

Sebelumnya, pada Desember lalu pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyuntik Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 3,2 triliun supaya proyek ini tetap berjalan. PMN negara ini digunakan untuk menambal setoran ekuitas dari konsorsium BUMN Indonesia terkait masalah pembengkakan biaya yang terjadi.

Sementara untuk kendala teknis konstruksi, KCIC sempat menghadapi kondisi geologi dan clay shale pada tunnel 2, 4, dan 6. Selain itu, KCIC juga diharuskan melakukan relokasi 126 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Relokasi tersebut pun sempat mengalami permasalahan penolakan dari warga, sehingga relokasi baru rampung pada 3 Februari 2022. Padahal target awal selesai pada 21 Mei 2021. 

Kecelakaan Kerja

Aspek keselamatan kerja menjadi perhatian banyak pihak di samping upaya kejar target operasional kereta cepat ini. Pasalnya, kecelakaan kerja berulang kali terjadi di proyek ini. Terakhir, pada Desember tahun lalu, kereta kerja proyek ini anjlok di Kampung Cempaka, Desa Cempakamekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Dua orang tewas dan empat lainnya terluka akibat insiden tersebut.

Dua pekan sebelumnya, kecelakaan juga terjadi saat pembongkaran tiang penyangga rel di DK46, Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Pekerjaan tersebut diduga dilakukan tidak sesuai prosedur sehingga tiang yang dibongkar menimpa eskavator yang tengah beroperasi. Adapun tiang tersebut dibongkar karena terpasang tidak sesuai dengan titik yang ditentukan.

Celaka lain terjadi saat pengeboran tanah untuk konstruksi jalur di pinggir jalan tol Purbaleunyi KM 130. Bencana itu timbul akibat proses pembuatan bored pile KCIC mengenai pipa bahan bakar pertamina yang menghubungkan Bandung-Cilacap. Walhasil, pipa milik PT Pertamina (Persero) meledak pada Oktober 2019. Peristiwa tersebut menyebakan satu orang warga negara asing tewas.

Bukan hanya dalam konstruksi, Koran tempo juga mencatat kecelakaan juga terjadi pada pengantaran gerbong kereta cepat dari Jakarta menuju Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung pada 30 September 2022. Kala itu, batang besi pada truk trailer multi-axle yang membawa gerbong kereta cepat tertabrak oleh truk lain yang hendak menyalip. Akibatnya, perjalanan rombongan sempat terhenti. Proyek ini juga sempat terhenti sementara pada maret 2020 karena dinilai menjadi penyebab banjir di jalan tol Jakarta-Cikampek. 

Meski terbentur banyak kendala, uji dinamis KCJB telah dilakukan 16 November lalu. Saat uji coba, Presiden Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping ikut menyaksikan secara virtual dari area Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G 20 di Nusa Dua, Bali. Sebelumnya, serangkaian pengujian secara simultan juga dilakukan. Uji coba selanjutnya rencananya dilakukan pada Mei mendatang. 

Pemerintah meyakini KCJB bakal menjadi solusi permanen jangka panjang dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di ruas-ruas jalan perkotaan dan ruas-ruas jalan menuju Bandung. Selain itu, emisi karbon dan polusi udara juga bisa berkurang, serta langkah efektif mengalihkan masyarakat menggunakan transportasi publik.

“Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah proyek penting. Proyek ini merupakan titik lain modernisasi transportasi publik di Indonesia,” kata Menteri Luhut.

Source: tempo

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular